Ketua OKK DPP GPNI minta publik awasi pembangunan bukan persoalkan pribadi.
JAKARTA, suara.riau21.com – Ketua OKK DPP Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI) Thofilus B. Benyamin atau Toby angkat bicara soal polemik ijazah yang kembali ramai di ruang publik. Jumat (25/9/2026).
Ditemui di Sekretariat DPP GPNI, Sunter, Jakarta Utara, Toby menegaskan bangsa Indonesia saat ini membutuhkan kemajuan bukan perpecahan.
“Kita seharusnya sadar, dalam berpolitik bukan saling menjatuhkan. Pasangan 02 Prabowo-Gibran sudah sah memimpin hampir dua tahun. Kami rakyat kecil justru menanti kinerja nyata untuk Indonesia lebih makmur,” ujarnya.
Menanggapi tudingan terhadap dokumen pendidikan Wakil Presiden, Toby menyampaikan keyakinannya secara pribadi dan mengajak masyarakat menilai dari rekam jejak kinerja.
Terkait langkah hukum yang ditempuh mantan Wamenkumham Denny Indrayana, Toby mengajak semua pihak menyikapi perbedaan dengan bijak dan menghormati proses yang berjalan.
Menurutnya, energi bangsa jangan habis untuk saling serang. Rakyat lebih membutuhkan perhatian pada lapangan kerja, keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta penegakan keadilan.
“Mari awasi jalannya pemerintahan, bukan sibuk mencari kesalahan pribadi. Biarkan Pak Prabowo dan Mas Gibran bekerja untuk kita semua,” tutupnya.
Sumber: DPP GPNI
Editor: Rosbinner Hutagaol













